Kisah Sertu Haris Menjaga Tapal Batas sambil Mengajar Ngaji

Berseragam lengkap, Sertu Haris, prajurit TNI Yonif Raider 600/Modang, menggeber motornya dan menuju perbatasan Indonesia dengan Malaysia yaitu di Nunukan, Kalimantan Timur. 

Di sinilah Sertu Haris saban harinya bertugas menjaga keamanan tapal batas. Tapi, siapa yang nyana, disibukkan dengan tugasnya sebagai penjaga keamanan, Sertu Haris masih bersemangat melakukan kegiatan positif lainnya yakni menjadi guru ngaji anak-anak di Desa Sei Menggaris, Nunukan.

Sertu Haris mengaku ia melakukan kegiatan tersebut semata ingin memberikan pelajaran dan bekal ilmu agama untuk anak-anak di desa tempatnya tinggal. Tak hanya itu, Sertu Haris ternyata juga giat memberikan penyuluhan dan mengajarkan pertanian hingga perkebunan untuk warga sekitar. 

Pada pagi harinya, jika ta sedang terbentur jadwal tugas, Sertu Haris menjadi guru bantu di sebuah sekolah. Perjuangan Sertu Haris ini tentu patut mendapat apresiasi mengingat ia sebagai seorang abdi negara tak hanya menjaga keamanan dan kerukunan wilayah Indonesia namun juga ikut serta dalam pembangunan pendidikan anak bangsa. Karena jasanya, Sertu Haris layak untuk mendapatkan Asuransi Syariah Indonesia

Keceriaan Anak-Anak saat Mengaji Bangkitkan Semangat Sertu Haris

Sedikitnya belasan anak datang ke perbatasan atau pos Pamtas Sei Ular untuk belajar mengaji bersama Sertu Haris. Aktivitas tersebut dilakukan di sebuah pondok atau pendopo berukuran 2,5 x 4 meter. 

Setiap sore, pondok tersebut selalu penuh dengan anak-anak yang rajin membaca Al-Quran. Sertu Haris mengatakan, mulanya kegiatan ini hanya diikuti oleh 5 hingga 8 anak. Namun, seiring berjalannya waktu banyak anak-anak lainnya yang tertarik ikut mengaji. 

Keterbatasan fasilitas dan guru agama di Desa Sei, membuat Sertu Haris akhirnya berinisiatif untuk mengajarkan anak-anak di desa tersebut mengaji, membaca, menulis, hingga berhitung. Meski dengan peralatan dan fasilitas seadanya Sertu Haris tetap semangat mengajar mengaji bersama anak-anak. 

Lelah usai bertugas menjaga tapal batas tak menyurutkan keinginan Sertu Haris untuk terus membagikan ilmu agama untuk anak-anak di Desa Sei. Kegiatan positif ini lantas mendapat respons yang baik oleh masyarakat setempat. 

Dengan bergotong-royong, pondok yang biasa digunakan oleh Sertu Haris dan anak-anak mengaji direnovasi oleh warga agar lebih nyaman dan layak untuk dijadikan tempat belajar dan mengajar ngaji. 

Bahkan aktifitas ini nantinya juga akan dijadikan kegiatan rutin yang disosialisasikan ke seluruh Pos Satgas Yonif Raider 600 Modang karena terbukti memiliki banyak manfaat bagi banyak orang. 

Kisah pengorbanan Sertu Haris ini adalah salah satu alasan mengapa ia berhak mendapatkan kebaikan dari Produk Asuransi Syariah. Produk asuransi ini adalah produk asuransi jiwa yang memberikan perlindungan sekaligus investasi bagi keluarga walaupun Anda sudah meninggal dunia.
Produk asuransi ini tentunya sangat  berguna bagi keberlangsungan dan kesejahteraan hidup keluarga Sertu Haris sehingga ahli waris mampu melanjutkan perjuangannya dalam menebar kebaikan dan tentunya bisa hidup lebih layak. 

Selain itu, ahli waris juga akan mendapatkan sejumlah uang sekaligus  investasi jangka panjang  yang bisa digunakan untuk generasi-generasi selanjutnya. Dengan konsep tolong menolong, Anda bisa iuran untuk membantu sesama yang sedang mengalami musibah. 

Caranya, Anda harus menjadi peserta AlliSya Protection Plus dengan begini Anda bisa berbuat kebaikan tak hanya untuk diri sendiri namun juga bermanfaat bagi banyak orang. Allianz juga sedang giat-giatnya berkampanye #AwaliDenganKebaikan. 

Kampanye ini bertujuan untuk menyadarkan kita bahwa ada banyak kebaikan yang bisa dilakukan dengan mudah, kapan saja, dan di mana saja, salah satunya melalui Allianz.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Sertu Haris Menjaga Tapal Batas sambil Mengajar Ngaji"

Post a Comment