Tukang Sol Sepatu yang Terus Berjuang Demi Keluarga


Sudah menjadi sebuah kewajiban seorang ayah untuk menafkahi keluarganya. Itu juga yang dilakukan Daday sebagai seorang ayah. Dia mencari nafkah dengan berprofesi sebagai tukang sol sepatu. Tidak menyerah meskipun merasa lelah. Ini kisah tukang sol sepatu yang terus berjuang demi keluarga. 

Latar Belakang Tukang Sol Sepatu 


Pak Daday merupakan tukang sol sepatu yang sudah berusia 60 tahun. Namun usianya yang sudah melewati paruh baya tidak membuatnya malas bekerja. Pak Daday membuka los sol sepatu di daerah pintu masuk RPTRA Taman Sawo, Cipete Utara, di Jakarta Selatan.

Kisah Mencari Nafkah sebagai Sol Sepatu


Pak Daday membuka sol sepatu yang ditemani dengan sebuah kotak sol sepatunya. Setiap hari ia menunggu ada yang mampir ke lapak sol sepatunya. Orang-orang yang datang akan dilayaninya dengan ramah selama membetulkan sepatu. Harapannya mereka yang sudah datang akan kembali lagi esok hari jika membutuhkan jasa sol sepatu. 

Tidaklah mudah bekerja mencari nafkah sebagai tukang sol sepatu. Tetapi, pak Daday tidak putus asa dan tetap sabar bergelut dengan jarum juga benang. Ia merajut satu demi satu sepatu yang datang untuk diperbaiki tanpa rasa lelah. 



Dulunya sebelum memutuskan membuka lapak pak Daday pernah berkeliling menawarkan sol sepatunya. Lantas ia merasa lelah sekali dan akhirnya memutuskan membuka lapak dengan segala risiko. Pengalamannya membuka jasa sol yang kadang bisa saja sepi tanpa ada pesanan tak membuatnya putus asa dan menjadi pengemis. 

Usianya yang sudah 40 tahun tak membuatnya lelah untuk mencari nafkah. Kerja kerasnya selama bertahun membuahkan hasil. Pak Daday sudah banyak mendapatkan pelanggan dari kalangan artis yang diantar oleh pembantunya. 

Keahlian yang Dimanfaatkan secara Optimal


Terkadang beberapa orang tidak memanfaatkan keahliannya dengan optimal. Anda bisa mencontoh pak Daday, selain membetulkan sepatu di lapak solnya ia juga bisa membetulkan sofa sebagai pemasukan tambahan. Pak Daday tidak menyia-nyiakan waktunya selama ada yang memesan ia langsung mengerjakan. 

Semangatnya Mengalahkan Semua Risiko


Ada banyak risiko ketika berakivitas di luar ruangan apa lagi terkena suhu udara yang tidak stabil seperti di Jakarta. Panasnya yang dihadapi pak Daday bisa menyebabkan banyak risiko buruk bagi kesehatan. Hanya saja ia tak mempedulikan itu demi mendapatkan nafkah untuk anak istrinya. 

Tahukah Anda bekerja dengan suhu udara yang terasa panas mudah membuat tubuh merasa kelelahan. Awalnya Anda akan mengalami dehidrasi lalu sistem imun tubuh akan menurun dan mudah terserang penyakit. Pak Daday menghadapi ini dengan sangat ikhlas. 

Sekalipun ia harus merasa keram duduk seharian di jalanan sambil menunggu pelanggan. Semua dilakukannya demi keluarganya. Sebuah kerja keras yang patut diacungi jempol. Baginya lebih baik bekerja dibandingkan menjadi tukang minta-minta. 


Dalam hidup apa yang Anda miliki tentunya terdapat hak orang lain di dalamnya. Sudah seharusnya untuk memberikan wakaf kepada orang lain yang dirasa layak untuk menerima. Pak Daday merupakan salah satu yang bisa dijadikan sasaran penerima wakaf. Anda tinggal menyesuaikan apa yang dibutuhkan oleh pak Daday agar bisa terasa sangat bermanfaat. 

Apa pun yang akan Anda berikan kepada pak Daday sebagai wakaf tentunya yang bisa terasa dampaknya dalam jangka panjang. Wakaf yang diberikan tentunya meringankan pak Daday atau memenuhi kebutuhan ia dan keluarga. Anda bisa mencari informasi wakaf dengan mengunjungi allianz.co.id.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tukang Sol Sepatu yang Terus Berjuang Demi Keluarga"

Post a Comment